Behind The Story

Serba serbi Adiez dan segala hal yang berkaitan dengan Adiez, yang ga banyak diketahui khalayak umum...Blog ini adalah media Adiez menuangkan segala macam hal yang ada di benak dan pikirannya..Karena bagi Adiez, hidup adalah kebebasan...Life is freedom..

Behind The SMS

Posted by Adiez On 00.23 0 komentar

Skali lagi ada warna dalam hatiku...Kehadiran seseorang yang sedikit mengusik hari-hariku..Adakah dia tahu bahwa sgala ujar dan kata darinya adalah keindahan?? Sadarkah ia mengapa tak akan mau ku-ungkit apa yang dia sebut "jurang"? Rasa ini masih berupa benih...Terkadang dia sirami, tapi terkadang ia tinggalkan..Seharusnya dia sudah berjalan 1 langkah dari tempat ia berdiri..Tapi mengapa hanya tetap begini?? Tahukah dia bahwa benih ini akan layu bila tak jua disirami??

Aku akan menunggunya....Ya, menunggu hingga aku tak lagi sanggup menunggu...Hingga kakiku lelah untuk berdiri menantinya... Dan bila itu terjadi, kan kulambai tanganku dan berucap slamat tinggal, untuk pergi meninggalkan kenangan yang hanya sebentar ini, selamanya..

Categories:

Behind The Song

Posted by Adiez On 07.15 0 komentar

Tak perlu kau cintai aku. Yang kubutuhkan hanya : kau menyayangiku
Rio berdiri di depan sebuah kamar. Pandangannya lurus ke dalam kamar tersebut, dimana terdapat kaca di tengah pintu, yang mampu membuat siapapun melihat ke dalam isi kamar. Seorang pemuda keluar, berhadapan dengannya. Pemuda itu memandang Rio sejenak dengan tatapan tajam, kemudian pergi menjauh. Tak kuasa Rio menahan hasrat hatinya untuk memeluk seorang gadis yang terbaring lemah di dalam kamar itu dengan masker oksigen di hidungnya. Namun, kakinya kaku. Tak sanggup lagi ia melangkahkan kaki. Ia hanya mampu berdiri, terdiam, dan terhanyut dalam sebuah memori.

Aku ingin kau sedikit menghargaiku
Rio duduk terdiam, fokus dengan laptop yang ada di depannya. Tak sedikitpun ia berpaling dari komputer layar datar itu. Tiba-tiba, seseorang memeluknya dari belakang dan membuyarkan semua konsentrasinya.
“Ahhhh...” teriak Rio, kemudian ia menoleh ke belakang.
“Kiara? Ngapain kamu di sini?! Aku lagi sibuk ngerjain tugas akhirku !”
Gadis bernama Kiara yang memeluk Rio pun melepas ikatan tangannya di bahu Rio, Lalu ia mundur perlahan, ketakutan.
“Aku Cuma pengen kasi kamu kejutan kok. Aku ga pengen kamu terlalu tegang dengan semua tugas akhir ini,” jawab Kiara dengan nada lirih dan pelan. Ada rasa takut di dalam setiap kata-katanya.
”Tapi kamu uda buyarin konsentrasiku tau ga?! Uda, kamu pulang aja sana.”
”Tapi sayang, aku jauh-jauh dateng ke sini hanya untuk nemenin kamu.”
”Ga perlu !”
Kiara berdiri diam di tepi ranjang Rio sambil memandang Rio. Air matanya sudah berada di pelupuk mata, tapi ia berusaha menahannya. Rio balik menatapnya, dan ia mengusir kekasihnya itu dengan tatapan matanya yang angkuh. Kiara berjalan ke pintu, kemudian menutup pintu kamar Rio perlahan.

*****

Hujan membasahi kota. Kiara memeluk tubuhnya yang kedinginan dan menggosok-gosok tangannya. Ia berdiri di halte kampus dan mencari-cari sesorang yang dinantinya. Ia mengambil ponsel di dalam tasnya, dan mencoba menelpon seseorang.
Menu
Contact
My Half
Call
Trrttt......trrrrttt.... trrrrttt.... trrrrttt.... trrrrttt....
Tak ada jawaban. Ia pun mencoba kembali.
Trrttt......trrrrttt.... trrrrttt.... trrrrttt.... trrrrttt....
Rio membuka ponselnya, dan melihat nama My beauty di ponselnya, sedang menghubunginya. Kemudian ia meletakkan kembali ponselnya di meja, dan melanjutkan obrolannya dengan teman-temannya di sebuah cafe tanpa menggubris panggilan kekasihnya itu.
Kiara duduk memandang hujan. Berulang kali bus kampus lewat di hadapannya, tapi ia sama sekali tak peduli. Hujan semakin deras dan ia pun memeluk tasnya, karena tak lagi sanggup menahan dinginnya udara.
“Nanti aku jemput. Kamu jangan kemana-mana.”
”Iya, aku tunggu kamu.”
Sore menjelang petang, hujan tak kunjung berhenti dan angin pun semakin kencang. Kiara masih duduk di halte, mengharapkan kehadiran seseorang. Satu jam. Dua jam. Tiga jam. Empat jam. Jam di tangan Kiara menunjukan angka 10. Kiara pun berjalan meninggalkan halte dan tidak mempedulikan hujan yang mengguyur tubuhnya.

*****

Trrttt......trrrrttt.... trrrrttt.... trrrrttt.... trrrrttt....
Ponsel Kiara yang tergeletak di kasur, di samping tubuhnya, bergetar. Kiara yang sedang menelungkupkan tubuhnya, berbalik mengambil ponselnya dan duduk bersandar di ujung kasur.
Answer
”Hallo”
”Kok baru diangkat?” tanya seseorang di seberang telepon
”Maaf, aku tidur,” jawab Kiara
”Kok tadi ngga ngasitau kalo uda mau tidur?”
”Aku kecapekan sayang. Jadi tadi ketiduran. Maaf ya.”
”Emang pulang jam berapa?”
”Jam 10.”
”Oh...ya uda, lanjutin lagi tidurnya. Bye..”
”Iya, bye...I love.....” klik...
Belum selesai Kiara melanjutkan kalimatnya, panggilan sudah terputus. Kiara meletakkan ponselnya lalu memejamkan mata. Menangis,

*****

Cemburu menguras hati
”Jadi gimana caranya?” tanya Kiara pada seseorang yang ada di sampingnya.
”Oh, soal yang no 3 itu gini caranya Ki...” jawab Arven, kawan Kiara
Kiara dan Arven terlibat dalam suatu perbincangan di sebuah kafe yang menawarkan outdoor view, tepat di tepi jalan raya. Mereka asyik dalam obrolan akademik. Tiba-tiba, seseorang menggenggam tangan Kiara, menariknya hingga Kiara berdiri.
Plakkk...
Lelaki itu menampar Kiara. Kiara memegang pipinya, lalu menatap lelaki di hadapannya.
”Rio...”
”Ngapain kamu sama dia di sini?”
”Aku Cuma...”
”Eh, jangan kasar dong ma cewek !” bentak Arven tepat di wajah Rio.
”Bukan urusan kamu !” balas Rio sambil membalas tatapan Arven.
Kiara berlari, meninggalkan kekacauan itu. Rio dan Arven menoleh, kemudian keduanya spontan berteriak.
”Kiaraaaa !!!!!” teriak Rio dan Arven
Brakkkkkkkkkkkk
Sebuah mobil menangkap tubuh Kiara yang kala itu sedang berlari menyebrangi jalan. Rio dan Arven berlari menghampiri. Dilihatnya tubuh lemah terbaring dengan darah berceceran di kepala dan tubuhnya.
*****
Mengapa tak bisa dirimu yang mencintaiku tulus dan apa adanya?
”Masi punya muka buat masuk?” ujar Lia, sahabat Kiara
”Mending kamu jauhin Kiara deh. Uda cukup dia menderita, karena KAMU,” sahut sahabat Kiara yang lain, Doni.
Rio hanya diam, dan tak sedikit pun memandang kedua sahabat Kiara. Lia dan Doni menjauh, meninggalkan kamar Kiara. Rio pun memutuskan untuk mengawasi Kiara dari balik pintu kamar. Sudah tiga hari Kiara terbaring tak sadarkan diri.

Tiga hari kunanti
Jawabanmu oh kasih
Setiap saat kuharap
Ada keajaiban dalam dirimu
Indahnya masa lalu
Tergores amarahku
Cemburu menguras hati
Galau kini menyiksa diri
Kembalilah kau kekasihku
Jangan putuskan kau tinggalkan aku
Sekalipun sering ku menyakitimu
Tapi hanya kaulah pengisi hatiku
Oh,oh, maafkan aku
Oh,oh, maafkan EGOku
Oh,oh, maafkan diriku

”Rio, Kiara uda sadar. Dia nyari kamu,” ujar Arven yang kala itu keluar dari kamar Kiara untuk menemui Rio.
Rio membuka pintu, dan perlahan melangkahkan kaki, menghampiri Kiara. Ia duduk di sisi ranjang, dan mencium tangan Kiara . Kiara membuka masker oksigennya perlahan. Ia menatap Rio dan tersenyum.
”Maafin aku...Aku bukan lelaki yang baik buat kamu..” ujar Rio masih dengan mencium tangan Kiara. Ia menangis, dan tak mampu menatap gadis yang sangat mencintainya itu.
Kiara pun bersenandung lirih dengan segenap kekuatan yang masih dimilikinya.
Kau hempas semua rasa yang tercipta untukku. Tanpa pernah melihat betapa ku mencoba menjadi yang terbaik untuk dirimu. Oh mengapa, tak bisa dirimu yang mencintaiku tulus dan apa adanya? Aku memang bukan manusia sempurna, tapi ku layak dicinta karena ketulusan. Kini, biarlah waktu yang jawab semua. Tanya hatimu.”
Rio menatap dalam-dalam gadis yang sebenarnya sangat ia cintai itu.
”Rio......cinta dan sayang......ama Kiara.” Rio dengan perlahan mengeja setiap kata-katanya.
Kiara meraih punggung Rio, dan menariknya ke dalam pelukan. Rio membalasnya dan memeluk Kiara dalam-dalam seolah ia tak ingin melepaskannya.
”Terimakasih......” jawab Kiara.

Categories:

Behind The Supermarket

Posted by Adiez On 22.21 0 komentar


Setiap orang.terutama yang tinggal di perkotaan,pasti uda pernah masuk ke supermarket..Kalo ampe belum, kayaknya perlu deh buat mampir2 sebentar ke sana..Entah sekedar liat2 ato mau blanja..Itu semua tergantung tujuannya..Bagi seorang ibu rumah tangga, tujuan utama ke supermarket ya belanja kebutuhan sehari-hari..Bagi seorang kepala rumah tangga beda lagi..Mungkin mereka hanya mengantarkan sang istri ato mencari keperluan kendaraan..Semua itu kembali lagi ke tujuan..

Tapi bagi seorang Adiez,supermarket means "Daging Segar!!"

Corner favorit seorang Adiez di supermarket adalah Meat Corner..Meat corner adalah suatu bagian dari supermarket yang menyediakan daging-daging mentah dengan freezer sebagai media penyajian sekaligus penyimpanan..Daging yang dijual pun macam-macam..Mulai daging ayam,sapi,babi,dan lainnya yang diolah dalam rupa yang berbeda..Ada yang digiling,dicincang,disosis,utuh..Terkadang meat corner ini bergabung juga dengan ikan..Di sinilah Adiez menemukan sensasi..Adiez paling suka memencet-mencet daging yang sudah terbungkus wrapping paper..Rasanya kenyal dan empuk..Hmm...aneh mungkin bagi sebagian orang, tapi ini behind the side of me yang kadang Adiez pun ga paham dengan hobi yang aneh ini..But over all, skali-kali mencoba untuk memencet-mencet daging,seru juga..JUST TRY IT BEFORE YOU COMMENT IT..

Categories:

Behind A story of "Bunda"

Posted by Adiez On 21.58 1 komentar

Detik aku menuliskan blog ini, adalah detik dimana kerinduanku memuncak pada seseorang..Ia yang dulu pernah mengandungku 9 bulan lamanya..Ia yang telah memperjuangkan awal kehidupanku di dunia dengan nyawanya..Ia yang rela melakukan apa saja untuk membahagiakanku..Mama..

     "Aw..hha...hawww...hawww...." 

     "Hahahaha....mama ngomong apa sih?"

      Mama pingsan

      "Pa....mama pingsan..."

Itulah terakhir kalinya aku mendengar suara mama...Suara sendu yang terus menerus membayangiku beberapa minggu semenjak kejadian itu...Usai kejadian itu, mamaku dilarikan ke rumah sakit terdekat dan ditangani oleh dokter yang bertugas...Hanya sekali aku melihatnya lagi dengan jantung yang masih berdenyut...Ketika mamaku tak mampu lagi menelan obat yang seharusnya ia makan...Namun, akhirnya selalu dimuntahkan kembali..Dengan pandangan sayu, mama melihatku...Ia seolah ingin mengujarkan sesuatu, tapi bibirnya tak mampu menuangkan apa yang ada di benaknya...Aku hanya memandangnya...Dalam...Dan akhirnya aku harus kembali pulang karena keesokannya aku harus ujian tengah cawu..

     "Dek...bangun...."

Aku membuka mata...

      "Mama meninggal..."

.......   .......    .........

Kata orang Jawa, kemiripan antara 2 pribadi baik secara fisik maupun sifat,bukan sesuatu yang patut disyukuri...Karena kemiripan itu hanya akan membawa bencana...Bila ada 2 orang yang mirip secara fisik dan sifat, maka biasanya, akan ada yang "mengalah"..Dan yang akan "mengalah" adalah yang lebih tua...Cara untuk mencegahnya adalah memisahkan kedua pribadi itu...Tapi apa mungkin seorang ibu rela memisahkan diri dari anaknya??

Aku yakin mama ga pernah menyesal dengan keputusannya..Aku yakin mama rela mengurbankan apa saja, bahkan nyawanya, untuk anaknya..Aku pun ga akan pernah menyesal memiliki mama yang luar biasa hebatnya..

Bersyukurlah kalian  yang masih bisa melihat dan mendengar celotehan ibunda kalian....Nafas mama begitu berharga hingga aku pun mau membelinya bahkan dengan nyawaku sendiri..

13 April 1998....Tanggal ini akan selalu mengingatkanku padanya...







Bunda

Categories:

Behind the fact

Posted by Adiez On 19.51 0 komentar

Kirana mengambil ponsel yang tergeletak di meja belajarnya. Ia lalu membuka ponselnya itu sementara laptop kesayangannya masih terbuka di hadapannya, tepat di samping ponsel itu tergeletak. Tidak ada yang terjadi pada ponsel itu. Ia tak melihat ada laporan sms masuk atau panggilan masuk. Kemudian ia membuka tombol kunci, dan mulai mengutak-atik ponselnya itu.
Menu – klik
Message – klik
Write new – klik
Sayang, lagi dimana? Kok sharian g sms aku...Miss you honey..T.T
Continue – klik
Contacts look up – klik
B…Biby – select – klik
Send..
Trrrt…trrrt…
Message sent !

Recommendation song : Dewi Sandra “Mati Rasa”

Lama menunggu, tak ada balasan apapun. Kemudian dengan ragu, Kirana membuka website yahoo di depannya. Ia mengetikan suatu ID beserta password yang bukan miliknya. Kirana membuka isi inbox dan mulai mencari. Karena tak menemukan apa yang ia cari, Kirana pun beralih ke sent item. Dan akhirnya ia menemukan apa yang ia cari, ia pun membukanya.

To : Tari@wiks.co.id

Aku ga pernah berhenti mikirin kamu..Sedikit pun rasa ga ada yang hilang meskipun tlah kucoba tuk menghapusnya…Kamu hadir di saat yang tidak tepat..Aku masih bersamanya…Tapi, setia lah menungguku..Kelak aku kan menghampirimu..Krn hubungan ini tak mungkin lagi dapat diperthankan…Perbedaan kami terlalu sukar tuk dilebur….Setia lah…

Yang Mencintaimu

Raka

Kirana terdiam. Kemudian ia menutup mata dan ingatannya kembali pada 10 bulan sebelumnya.

Trrrt…trrttt.
New Message from : Biby
Open
Sayang, disini cewenya berani2..Wah, gawat ni..hehe…bcanda sayang…Hmm..di sini ada cewe yang mirip banget ma sayangku…seumuran gitu..rambut, muka, mirip….Kayaknya dia suka deh ma aku..Suka SMS gt anaknya…

Reply – klik

T.T…..Kok ngmg gt sih…bikin org kuatir aja…Gmana dy bs dpt no nya sayang?
Continue – klik
Send…

Trrrt…trrttt.
New Message from : Biby
Open
Hahaha…cemburu ni??? Dy anak HRD,jd tau no,ku….

Kembali ke memori lain.

Trrrt…trrttt.
New Message from : Biby
Open
Lho, itu justru kelebihan Tari..Coba liat, Tari uda dpt hal yang ga didapet tmn2 Tari..Tari uda dpt pengalaman kerja..Tinggal pinter2 bagi wkt aja ma kuliah..

Reply – klik

Salah kirim sayang.

Continue – klik
Send..

Di masa kini.

Trrrt…trrttt.
New Message from : Biby
Open
Maaf sayang. Seharian di kantor banyak kerjaan. Ada simulasi kebakaran. Maklum yah, Biby lagi ngejar karir di kota orang.

Close
Kirana menutup jendela kamarnya. Ia duduk di tepi ranjang dan mengambil suatu foto yang berdiri di meja samping ranjangnya. Di situ tampak sepasang anak manusia yang duduk bersebelahan dengan latar belakang danau. Si lelaki memakai jaket coklat sementara si wanita memakai kaos putih dengan jaket abu-abu diikatkan di bidang bahunya. Mereka tersenyum, bahagia. Kirana lalu mengembalikan foto itu dan merebahkan badannya di ranjang. Kirana berusaha memejamkan mata dan membuat tanda di dahi serta dadanya sembari menggengam seuntai rosario, kemudian ia berlari menuju mimpi.
Di lain tempat, di saat yang bersamaan, Raka menatap foto yang terpajang di samping ranjangnya. Foto yang sama. Lama ia memandang, kemudian Raka meletakannya kembali, tepat di samping tasbih hijau miliknya. Ia lalu mengambil ponselnya dan menulis sebuah pesan.
Menu – klik
Message – klik
Write new – klik
Aku bsk brgkt k sby..Tentu akan ktmu dy..Apapun yg trjadi nanti, aku hrp km ngerti..Km g perlu skit hati, krn ini emg uda jd rsiko..Aku mrindukannya,tp aku jg mnghrapkanmu.
Continue – klik
Contacts look up – klik
T…Tari – select – klik
Send..
Trrrt…trrrt…
Message sent !

Recommendation song : Duo Derby “Tuhan Tolong”

Keesokan harinya, Kirana bangun lebih awal dari biasanya. Hari ini untuk pertama kalinya setelah 10 bulan, ia bertemu dengan kekasihnya, Raka. Di satu sisi ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Kerinduan yang telah memuncak, kini akan sirna. Kesetiaan yang telah ia jaga, kini akan terbukti. Namun, di sisi lain ia ingin menangis. Ia berusaha menahan air matanya. Lalu Kirana membuka lemarinya dan memilih baju yang sangat ia sukai. Baju rajut pink berlengan panjang dengan memperlihatkan bahu bidangnya dipadukan dengan clana jeans hitam. Tak lupa ia memasangkan syal hitam di lehernya. Kirana mengambil tasnya serta amplop biru muda yang tergeletak di meja belajarnya.

Di bandara
Raka berdiri di tempat perhentian taxi di depan pintu kedatangan. Ia menoleh kanan-kiri untuk mencari sosok yang dikenalnya di antara keramaian. Akhirnya ia melihat gadis cantik yang ingin ditemuinya tepat di seberangnya. Gadis itu melihatnya, dan tersenyum. Kemudian ia menyeberang menemui Raka dengan wajah ceria. Tak sadar, dari samping tampak mobil yang bergerak zig-zag dan melaju sangat cepat. Si pengemudi berusaha menghentikan laju mobilnya, tapi ia tak bisa karena memang pedal rem tampak tak berfungsi. Mobil yang melaju itu akhirnya terhenti setelah menabrak seorang gadis. Raka berteriak dan langsung menghampiri korban tabrakan itu. Terlihat olehnya, Kirana yang ceria kini terbaring lemah tak berdaya dengan darah di kepala dan sekitar tubuhnya. Raka mengangkat tubuh itu, tapi tubuh itu tak lagi bernyawa. Raka terdiam dan menatap wajah Kirana lekat-lekat. Kemudian ia melihat sebuah amplop yang masih tergenggam di tangan Kirana. Pelan-pelan ia mengambilnya dan memasukannya ke saku celana.
Seusai pemakaman, Raka langsung undur diri dari keluarga Kirana. Ia memilih untuk tidak kembali ke hotel, melainkan ke suatu taman dan duduk di sebuah kursi taman kecil. Raka menarik amplop biru dari saku celananya dan membukanya.

Recommendation song : Ecoutez “Percayalah” , Kerispatih “Tak Lekang Oleh Waktu” dan Afgan feat Nagita Slavina“Yang kutahu cinta Itu Indah”

Dear my Sweetest Love, Biby

Akhirnya kita dipertemukan setelah dada ini menahan sesak selama hampir setahun menantimu. Kamu ga pernah tau gimana rasanya hati ini. Jujur, aku lelah menanti. Tapi aku yakin bahwa kesetiaanku akan membawa aku ke akhir yang indah. Entah itu kita harus bersama atau berpisah lantaran perbedaan keyakinan di antara kita. Ga adil emang, tapi inilah kehidupan yang harus kita jalani. Aku mencintaimu.
Berulang kali aku jatuh dalam penantian ini. Keletihan, ketidakyakinanku terhadapmu, kecurgiaan, semuanya pernah bermuara di hatiku. Tapi itu semua langsung aku hapus ketika aku mengingatmu, karena aku yakin dan sangat percaya padamu. Meskipun teman2ku menyebutku bodoh, tapi aku ga peduli. Aku masih di sini. Berdiri menantimu dan suatu saat aku yakin akan bertemu lagi denganmu. Itu semua kulakukan karena Aku mencintaimu.
Tapi akhirnya aku harus menyerah dengan keadaan ini. Aku harus menutup kisah di antara kita. Lebih baik begitu. Aku tau kamu mencintainya dan peluangmu untuk bersamanya lebih besar. Aku ga ingin buat kamu dalam keadaan bimbang. Aku Cuma pengan kamu bahagia dan kebahagiaan itu mungkin ga bersamaku. Ga bisa dipungkiri, sebesar apapun usaha yang telah aku lakukan, ga akan bisa mempersatukan kita. Karena kita memang dipisahkan bukan oleh kehendak kita. Tapi oleh keyakinan kita. Oleh sebab itu aku sangat mendukungmu kalau memang kamu sudah menemukan penggantiku. Berjalanlah dengannya. Semua cintaku biarkan menjadi penerang jalanmu di kehidupan esok karena Aku mencintaimu.
Jangan pikirkan perasaanku, karena aku sudah terbiasa merasa sakit. Ini semua hanyalah masalah waktu. Akan ada suatu masa di mana, aku benar-benar merelakan akhir kisah ini.
Terima kasih atas cinta yang sempat kamu beri dan kamu ajarkan kepadaku. Sungguh beruntung aku sempat memilikimu, sosok yang luar biasa. Berjalanlah. Kamu akan selalu menjadi kenangan yang terindah di hidupku. Aku mencintaimu.

Yang Masih Mencintaimu

Kirana Putri Cendana

Raka melipat kembali surat itu, dan ia menggenggamnya erat. Termenung, menangis. Ada penyesalan di hatinya. Penyesalan yang tak mampu ia ungkapkan dan perbaiki. Ingin rasanya ia berteriak, tapi itu semua tidak akan mengubah apa yang telah terjadi. Begitu tulus Kirana mencintainya, tapi ia malah membalasnya dengan pengkhianatan. Ia menyalahkan dirinya sendiri. Semua terlambat. Tak ada lagi yang mampu ia selesaikan. Namun, ia yakin masih bisa menutup satu hal.
.
Menu – klik
Message – klik
Write new – klik
Kita akhiri semua sekarang.
Continue – klik
Contacts look up – klik
T…Tari – select – klik
Send..
Trrrt…trrrt…
Message sent !

Categories: